Abdurrahmanbin auf termasuk Assabbiqunal Awwalun yaitu orang-orang pertama yang masuk Islam, 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga, namun diantara para sahabat, ia yang terakhir memasuki surga. Meski sudah mendapat jaminan surga, ia berfikir bagaimana caranya supaya masuk surga tidak tertahan. Spreadthe love Doa Pernikahan: Doa Nabi untuk Abdurrahman Bin Auf (Umdatul Ahkam, Eps.277) - Ustadz Aris Munandar Doa untuk pengantin, mahar pernikahan, dan hukum walimah adalah tiga dari sekian banyak hal yang cukup sering ditanyakan oleh kaum muslimin. Seperti yang kita ketahui, mahar adalah salah satu syarat pernikahan. Bahkan [] Berikutini 8 prinsip cara berdagang Abdurrahman Bin Auf R.A yang bisa kita petik pelajarannya : 1. Berani Memulai Usaha. Kisah Abdurrahman bin 'Auf radhiallahu'anhu di atas, memberikan gambaran kepada kita tentang bagaimana seorang Abdurrahman bin Auf memulai usahanya. Diawali dengan tangan kosong (hampir tanpa modal / tanpa harta modal AbdurrahmanBin Auf I know about the company and want to contribute information. Next Information about PT. Abdurrahman Bin Auf provided by users PT. Abdurrahman Bin Auf A limited liability company in Indonesia Product information Order up-to-date official report of PT. Abdurrahman Bin Auf, verified by the Ministry of Law And Human Rights. Abdurrahmanbin Auf wafat dalam usia 75 tahun. Jenazahnya dishalati Utsman bin Affan beserta seluruh kaum muslimin, dan diusung oleh Sa'ad bin Abi Waqash. la dimakamkan di pemakanam Al-Baqi. Sumber: Kisah 10 Pahlawan Surga/ Penulis: Abu Zaein/ Penerbit: Qultum Media/ 2010 KisahAbdurrahman Bin Auf RA Yang Menginfakkan Seluruh Hartanya. 04/09/14 1 Komentar. Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. 0CfVwiu. ABDURRAHMAN bin Auf termasuk salah seorang yang ikut berhijrah ke Habasyah dengan tujuan menyelamatkan agamanya dan mencari keadilan di wilayah kekuasaan Raja Najasyi. Namun, karena hati Abdurrahman tidak mampu menahan rasa rindu kepada Rasulullah SAW ketika berada jauh dari Beliau, maka ia segera kembali ke Mekah. Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu sahabat yang termasuk ke dalam 10 orang yang dijamin masuk surga. Abdurrahman selalu ingin dekat dengan Rasulullah ﷺ. Saat umat muslim berhijrah ke Madinah, Abdurrahman ikut bersama rombongan kaum muslimin. Di sana, Rasulullah ﷺ sengaja mempersaudarakan kaum Anshar dari Madinah dan kaum Muhajirin dari Mekah. Setiap orang akan dipersaudarakan dengan satu orang lainnya. Kala itu, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Salad bin Ar-Rabi, salah seorang sahabat Anshar yang telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. BACA JUGA Abdurrahman bin Auf Selalu Gagal Jadi Orang Miskin Kaum Anshar dikenal sebagai orang-orang yang pemurah dan mengutamakan orang lain daripada diri mereka sendiri. Begitu dipersaudarakan, Sa’ad bin Ar-Rabi langsung membawa Abdurrahman untuk datang ke rumahnya. Foto Pinterest Sa’ad bin Ar-Rabi datang dengan membawa hartanya, lalu ia meletakkannya di hadapan Abdurrahman bin Auf. Sa’ad berkata kepada Abdurrahman bin Auf, “Ini adalah hartaku yang aku bagi menjadi dua, maka pilihlah separuh yang dapat kamu ambil untuk dirimu.” Selain itu, Sa’ad juga menawarkan sebagian rumahnya untuk Abdurrahman bin Auf. “Ini adalah rumahku yang terdiri dari dua tingkat. Pilihlah tingkat yang kamu sukai, dan tinggallah di sana,” kata Salad. Melihat apa yang ditawarkan saudara barunya itu, Abdurrahman bin Auf hanya tersenyum sambil berkata. “Wahai saudaraku, semoga Allah memberikan keberkahan dalam hartamu, keluargamu, dan rumahmu. Sebaiknya tunjukkan saja kepadaku jalan menuju pasar.” Setelah ditunjukkan letak pasar terdekat, Abdurrahman bin Auf pun keluar dengan membawa kayu bakar di pundaknya untuk dijual. Sejak hari itu, ia menjalankan hidupnya dengan penuh kerja keras dan perjuangan. Bersamaan dengan itu pula, dimulailah kehidupan yang penuh dengan keimanan di Madinah. Suatu hari, Rasulullah ﷺ mendapat kabar bahwa Abdurrahman bin Auf akan menikah. Saat itu pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah, karena membutuhkan banyak biaya untuk membayar mahar kepada calon istri. Rasulullah ﷺ pun datang untuk mengucapkan selamat kepada Abdurrahman bin Auf. Beliau berkata kepadanya, “Apakah benar engkau akan menikah, wahai Abdurrahman bin Auf?” Abdurrahman menjawab, “Benar, wahai Rasulullah. Aku akan menikah.” BACA JUGA Yang Ditinggalkan oleh Abdurrahman bin Auf untuk Keluarganya Foto Pinterest Rasulullah ﷺ berkata lagi, “Apa yang kamu gunakan untuk membayar mahar kepada istrimu?” Abdurrahman bin Auf menjawab, “Emas seberat biji kurma. wahai Rasulullah.” Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abdurrahman. “Sembelihlah walau hanya satu ekor kambing untuk saudara-saudara muslimmu. Semoga Allah memberikan keberkahan dalam hartamu.” Abdurrahman bin Auf menuruti perintah Rasul. la menyembelih kambing saat pernikahannya, dan doa Rasulullah ﷺ dikabulkan oleh Allah. Allah telah memberikan keberkahan dalam harta Abdurrahman bin Auf , sehingga ia menjadi salah satu orang terkaya di Madinah. [] Sumber 65 Cerita Teladan/ Penulis Sakha Aqila Mustofa/ Penerbit PT. Wahyu Media/ 2008 - Salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi Muhammad adalah Abdurrahman bin Auf. Di antara para sahabat beliau SAW, Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang paling kaya dan bergelimang harta. Saking banyaknya kekayaan yang ia miliki, Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa perhitungan hartanya di akhirat akan demikian panjang. Abdurrahman bin Auf akan masuk surga dengan cara merangkak. Mendengar penuturan itu, Abdurrahman bin Auf menangis. Karena itulah, ia kerap berdoa "Jadikan aku ini miskin! Aku ingin seperti Mush'ab bin Umair atau Hamzah [yang meninggal dalam keadaan miskin], Ya Allah," rintih Abdurrahman bin Auf. Kendati demikian, harta yang sudah ia tanamkan untuk investasi terus berkembang. Ia tak juga miskin-miskin. Ummul Mukminin Aisyah pernah bercerita bahwasanya Abdurrahman bin Auf kerap membawa pulang dagangannya sebanyak 700 kontainer barang yang panjangnya serupa barisan pawai tak putus-putus. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdul Harits bin Zahrah bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay. Ia lahir 10 tahun selepas Tahun Gajah. Ketika Muhammad SAW menyatakan bahwa ia diutus menjadi nabi dan rasul yang terakhir di muka bumi ini, Abdurrahman bin Auf termasuk golongan pertama menyambut hidayah tersebut. Ia adalah salah seorang yang mula-mula masuk Islam atau Assabiqun Al-Awwalun. Abdurrahman bin Auf masuk Islam dua hari selepas Abu Bakar As-Siddiq. Jasa Abdurrahman bin Auf sangat besar dalam membiayai dakwah Islam. Seluruh hartanya ia bagi dalam tiga bagian, sepertiga untuk investasi modal usaha orang lain, sepertiga untuk melunasi hutang-hutangnya, dan sepertiga lagi untuk disedekahkan pada fakir miskin dan dakwah Islam. Ia hanya menyisakan harta seperlunya untuk dirinya sendiri. Seluruh harta Abdurrahman bin Auf lahir dari kepadaiannya berwirausaha. Penduduk Makkah dan Madinah kala itu mengakui kecerdikannya dalam berdagang. Saking mahirnya berwirausaha, ia bahkan pernah berseloroh "Seandainya aku mengangkat batu, niscaya kutemukan emas dan perak di bawahnya.” Keistimewaan Abdurrahman bin Auf dibandingkan orang-orang di masanya adalah ia memiliki dua karakteristik sekaligus, yaitu hartawan dan semangat pejuang. Biasanya, orang yang pandai berdagang, kurang memiliki semangat pejuang, sementara itu pejuang lazimnya miskin harta, sebagaimana dikutip dari Abdurrahman bin Auf Biografi dan Perjuangan dalam Membela Islam 2018 yang ditulis oleh Haslinah. Suatu waktu, ia pernah diutus Nabi Muhammad SAW memimpin sebanyak 700 pasukan menuju Dumatul Jandal untuk berperang. Selain itu, Abdurrahman bin Auf dianggap sebagai pelopor dua hijrah dalam Islam, yaitu hijrah ke Habasyah dan hijrah ke Madinah. Selepas Rasulullah SAW meninggal, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan istri-istri mendiang Nabi Muhammad SAW. Ia menjaga keselamatan dan memenuhi segala kebutuhan mereka. Dari ciri fisiknya, Abdurrahman bin Auf berkulit putih, berbadan tegap, tidak beruban, berhidung mancung, serta berambut lebat dan panjang hingga menutupi telinga. Karena tampan dan kaya, sepanjang hidupnya, Abdurrahman bin Auf memiliki 13 istri, terdiri dari Ummu Hurayth, Ghazal binti Kisra, Sahla binti Assim, Bahriyah bint Hani, Ummu Kultsum binti Uqbah, Ummu Hakim binti Qaridh, Badinah binti Ghaylan, Zainab binti Ghaylan, Asma binti Salamah, Majd binti Yazid, Ummu Kultsum binti Utbah bin Rabiah, Tamadur binti Asbagh, dan Abil binti Khashkhash. Kendati beristri banyak, namun dalam sekali waktu, Abdurrahman bin Auf tak pernah beristri lebih dari empat. Artinya, ketika salah satu istrinya meninggal, barulah ia beristri lagi. Abdurrahman bin Auf meninggal dunia pada 31 H atau 652 Masehi pada usia 72 tahun. Ia dimakamkan di Baqi di samping makam sahabatnya, Utsman bin Maz'un. Sebelum ia meninggal, ia berwasiat agar hartanya disumbangkan untuk kepentingan umat Islam. Menurut suatu riwayat, ia menyedekahkan sekitar 50 ribu dinar untuk dakwah juga 10 Daftar Nama-Nama Sahabat Nabi Muhammad yang Dijamin Masuk Surga Kisah Teladan Sahabat Nabi Zubair bin Awwam Sepupu Rasulullah SAW - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno SAHABAT Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam SAW yang terkenal kaya adalah Abdurrahman bin Auf. Hartanya berlimpah. Sudah begitu ia amat dermawan. Pria yang lahir 10 tahun setelah Tahun Gajah itu tambah tajir ketika Negeri Yaman diserang wabah penyakit aneh. Ceritanya begini. Suatu hari, ketika para sahabat berkumpul, Abdurrahman bin Auf mendengarkan sabda Rasulullah bahwa kelak setelah dibangkitkan dan dihitungnya amal perbuatan manusia semasa hidup, "orang yang kaya akan lebih lama menjalani perhitungan amal dibanding orang yang miskin dan saya sungguh bersama orang-orang fakir dan miskin," ujar Rasulullah. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Nabi pernah berdoa, "Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, dan matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku pada hari kiamat dalam rombongan orang-orang miskin." Sejek itu, Abdurrahman bin Auf merenung dan berkata dalam hati, “saya tidak mau berlama-lama saat yaumul hisab karena kekayaan yang saya miliki“. Kata Kunci serba serbi [Ikuti Melalui Sosial Media] OlehImam Nur Suharno JAKARTA - Siang itu, Madinah sangat ramai. Para pedagang berlarian meninggalkan dagangannya menuju jalan raya. Rupanya, 700 ekor unta lengkap dengan barang dagangan dipunggungnya memasuki Kota Madinah. Itulah kafilah dagang Abdurrahman bin Auf, salah seorang sahabat terkaya pada zaman Rasul SAW. Suara hiruk-pikuk itu membuat kaget Ummul Mukminin Aisyah RA yang pada saat itu sedang menyampaikan hadis Nabi SAW. Setelah diberi tahu apa yang terjadi, Aisyah berkata “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya bagi Abdurrahman dengan baktinya di dunia, serta pahala yang besar di akhirat nanti. Aku pernah mendengar Rasul SAW bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf akan masuk surga sambil merangkak.” Seorang sahabat berlari mencari Abdurrahman untuk mengabarkan berita gembira itu. Mendengar kabar itu, Abdurrahman segera menemui Aisyah RA. “Wahai ibunda, apakah ibunda mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah?” Jawab Aisyah, “Ya aku mendengar sendiri.” Abdurrahman melonjak kegirangan. “Seandainya sanggup, aku akan memasukinya sambil berjalan. Wahai ibunda, saksikanlah, seluruh unta lengkap dengan barang dagangan di punggung masing-masing, aku dermakan untuk fi sabilillah.” Subhanallah. Begitulah kisah kedermawanan seorang sahabat Nabi yang bernama Abdurrahman bin Auf. Ia tidak pernah ragu sedikitpun dalam menyumbangkan hartanya untuk kepentingan dakwah Islam. Karena itu, tidak salah jika Rasul SAW menyatakan jika Abdurrahman masuk surga dengan merangkak. Diilustrasikan dengan merangkak itu bukan karena sulitnya ia masuk surga, akan tetapi karena sangat dekat dan mudahnya, sehingga ia tidak perlu lagi berjalan, cukup dengan merangkak saja. Dalam kisah yang lain, pada suatu hari setelah mendengar seruan Rasul SAW untuk berjuang dengan harta, Abdurrahman bergegas pulang dan kembali membawa dinar. “Wahai Rasulullah, aku mempunyai dinar. Dan, dinar aku pinjamkan kepada Allah dan dinar untuk keluargaku.” Rasul SAW menerimanya sambil bersabda “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu, terhadap harta benda yang kamu berikan, dan semoga Allah memberkahi pula harta yang kamu tinggalkan untuk keluargamu.” Tatkala Rasul SAW mengumumkan biaya Perang Tabuk, Abdurrahman pun bergegas menyerahkan 200 uqiyah emas. Melihat kejadian itu, Umar berbisik kepada Nabi SAW “Agaknya Abdurrahman berdosa tidak menyisakan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.” Ketika Rasul SAW menanyakan hal itu kepada Abdurrahman, ia menjawab, “Untuk mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang saya sumbangkan. Yakni, sebanyak rezeki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Subhanallah. Singkat kisah, sejak berita gembira dari Rasul SAW itu Abdurrahman bin Auf semakin dermawan, semangatnya tinggi dalam mengorbankan hartanya di jalan Allah. Ia menyumbangkan 40 ribu dinar, 500 ekor kuda, dan unta untuk para pejuang. Ia juga membagikan 400 dinar kepada setiap veteran Perang Badar yang masih hidup. Itulah kisah inspiratif Abdurrahman bin Auf yang menggugah dan mencerahkan. Yang pasti, harta yang didermakan itu sedikit pun tidak akan mengurangi dari apa yang kita miliki. Justru sebaliknya, dapat menambah kesuburan harta. Setiap harta yang didermakan akan menjadi “umpan” untuk memperlancar rezeki. Sebab, Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik. QS Saba’ [34] 39. Wallahu a'lam. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini ABDURRAHMAN bin Auf merupakan sahabat yang dikenal dengan kekayaannya yang berlimpah. Ia sangat kaya serta sangat demawan. Dirinya senantiasa menangis karena ketakutannya akan hisab Allah di hari kiamat mengenai hartanya. Suatu ketika Abdurrahman pernah menjual tanahnya yang seharga empat puluh ribu dinar. Uang hasil penjualan tanah itu ia bagikan kepada Bani Zuhrah, yang merupakan kaumnya sendiri. Abdurrahman juga mengirimkan bantuannya untuk keluarga Rasulullah sebagai wujud kesetiaannya kepada Beliau. BACA JUGA Dua Sahabat Ini Jadi Tetangga Rasulullah di Surga Ketika merasakan ajalnya semakin dekat, Abdurrahman bin Auf berpesan agar setiap kaum muslimin peserta Perang Badar yang masih hidup diberi 400 dinar dari harta warisannya. Ternyata, peserta Perang Badar yang masih hidup berjumlah 100 orang termasuk Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Abdurrahman juga berpesan agar sebagian hartanya diberikan kepada para istri Rasulullah saw. Oleh karena itu, Aisyah berdoa untuk Abdurrahman, “Semoga Allah memberi minum kepadanya air dari mata air Salsabil di surga.” BACA JUGA Abdurrahman bin Auf Menangisi Kekayaanya Abdurrahman bin Auf wafat dalam usia 75 tahun. Jenazahnya dishalati Utsman bin Affan beserta seluruh kaum muslimin, dan diusung oleh Sa’ad bin Abi Waqash. la dimakamkan di pemakanam Al-Baqi. [] Sumber Kisah 10 Pahlawan Surga/ Penulis Abu Zaein/ Penerbit Qultum Media/ 2010

doa abdurrahman bin auf